Kesusastraan Jawa yang Monumental
Kesusatraan Jawa dapat dikatakan sebagai kesusastraan yang telah berumur cukup tua dikawasan nusantara. dikatakan cukup tua karena kesusastraan Jawa mulai terlihat ketika adanya sebuah karya monumental yang bahkan sangat dikenal hingga sekarang. Hal ini tidak lain adalah munculnya Kakawin Ramayana atau yang lebih dikenal dengan epos Ramayana. Kakawin Ramayana sebenarnya bukanlah karya sastra asli dari Jawa atau buatan pujangga Jawa. Cerita epos Ramayana sebenarnya adalah sebuah karya monumental yang berasal dari tanah Hindustan atau India. Cerita ini dibuat oleh sorang pujangga India yang menyebutkan dirinya sebagai Resi Walmiki. Kemudian oleh pujangga Jawa, cerita ini disyadur kedalam bahasa Jawa Kuna.
Kesusastraan Jawa kemudian berkembang dengan menghasilkan berbagai karyasastra. Walaupun pada awalnya hanya menghasilkan karya sastra syaduran, tetapi padha perkembangannya akhirnya para pujangga Jawa bisa menghasilkan karya-karya monumental yang asli berjiwa dan bernafaskan Jawa.
Kesusastraan Jawa dibagi menjadi 4 bagian. Pembagian ini didasarkan pada rentang waktu dan jenis karya yang dihasilkan pada rentang waktu tersebut. Pertama adalah Kesusastraan Jawa Kuna, kedua kesusastraan Jawa Pertengahan, ketiga Kesusastraan Jawa Baru, dan yang erakhiradalah kesusastraan Jawa Mutakhir atau gagrag anyar.
Dari masing masing masa tersebut, menghasilkan karya-karya yang bisa dikatakan sebagai maha karya. dikatakan sebagai maha karya karena hingga sekarang karya-karya tersebut masih dikenang dan digunakan oleh para penikmat dan masyarakatnya. Kesusastraan Jawa Kuna misalnya, ada beberapa karya seperti halnya Kakawin Ramayana, Mahabarata, Kresnayana, Gathutkacasraya, dll. Sedangkan pada masa Kesustraan Jawa Pertengahan yang berkembangnya ketika masa pertengahan kerajaan Majapahit hingga keruntuhannya, juga menghasilkan beberapa karya yang sangat monumental. Diantaranya adalah Negarakrtagama, Pararaton, Kidung Ranggalawe, Kidung Harsawijaya, Kidung Sundha, cerita Panji, calon arang, dll. Bahkan kitab Negarakrtagama dan Pararaton merupakan salah satu dari sumber sejarah terpenting tentang kerajaan Majapahit dan Singasari. Selanjutnya pada masa Kesusasraan Jawa Baru karya-karya yang dihasilkan diantaranya adalah Serat Centhini, Serat Darmagandhul, Kalatidha, Tripama, Jangka Jaya Baya, dll. Selanjutnya pada masa Kesusastraan Jawa Mutakhir, walaupun tidak sehebat masa-masa sebelumnya, pada masa ini juga menghasilkan beberapa karya yang bagus. diantaranya adalah Serat Riyanto, yang merupakan sebaga tonggak kemunculan Kesusastraan Jawa Gagrag Anyar. Berbagai kumpulan cerita cekak, kumpulan geguritan dan banyak sekali novel dengan berbagai tema juga telah dihasilkan para sastrawan pada masa ini.
Sastra Jawa yang muncul ketika lahirnya Kakawin Ramayana ditanah Jawa (ketika masa pemerintahan Dyah Balitung, Mataram Hindu) kira -kira pada awal abad kesepluh, sampa sekarang ternyata masih juga eksis. hal ini dibuktikan denga adanya karya-karya sastra yang berupa novel, cerita pendek, dan puisi-puisi yang dihasilkan oleh para sastrawan Jawa. Jika kita hitung, maka usia sastra Jawa kira-kira sudah 11 abad atau 1100 tahun.
Padhepokan Sawunggaling
Tidak ada komentar:
Posting Komentar